Rabu, 05 September 2012

PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER

PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER

Kepribadian bukanlah karakter. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Pada awalnya manusia itu lahir hanya membawa “personality” atau kepribadian. Secara umum kepribadian ada 4 macam. Ada banyak teori yang menggunakan istilah yang berbeda bahkan ada yang menggunakan warna,  tetapi polanya tetap sama. Secara umum kepribadian ada 4, yaitu:
1.  Melankolis : tipe ini bercirikan suka dengan hal detil, menyimpan kemarahan, Perfection, suka instruksi yang jelas, kegiatan rutin sangat disukai.
2.     Koleris : tipe ini bercirikan pribadi yang suka kemandirian, tegas, berapi-api, suka tantangan, bos atas dirinya sendiri.
3.     Phlegmatis :  tipe ini bercirikan suka bekerjasama, menghindari konflik, tidak suka perubahan mendadak, teman bicara yang enak, menyukai hal yang pasti.
4.     Sanguinis : tipe ini bercirikan suka dengan hal praktis, happy dan ceria selalu, suka kejutan, suka sekali dengan kegiatan sosial dan bersenang-senang.

Tiap manusia tidak bisa memilih kepribadiannya, kepribadian sudah merupakan karunia dari Tuhan sang pencipta sejak manusia dilahirkan. Dan setiap orang yang memiliki kepribadian pasti ada kelemahannya dan kelebihannya di aspek kehidupan sosial dan masing-masing pribadi. 
Karakter tidak bisa diwariskan, karakter tidak bisa dibeli dan karakter tidak bisa ditukar. Karakter harus dibangun dan  dikembangkan  secara sadar hari demi hari dengan melalui suatu proses yang berkesinambungan. Karakter bukanlah sesuatu bawaan sejak lahir yang tidak dapat diubah lagi seperti sidik jari.
Saat tiap manusia belajar untuk mengatasi kelemahannya dan memperbaiki kelemahannya dan memunculkan kebiasaan positif yang baru maka inilah yang disebut dengan karakter yang kemudian mengkolektif menjadi budaya. Pembiasaan- pembiasaan inilah yang disebut kecakapan hidup (life skill) yang perlu dilatihkan sejak dini pada anak didik, sehingga pada nantinya mampu bertanggunjawab terhadap dirinya, orang lain dan lingkungannya dengan baik.
Hal penting yang mendasari pendidikan budaya dan karakter di sekolah adalah penanaman nilai budaya dan karakter bangsa tidak akan berhasil melalui pemberian informasi  dan doktrin  belaka. Karakter dan budaya bangsa yang berbudi luhur, sopan santun, ramah tamah, gotong royong, disiplin, taat aturan yang berlaku dan sebagainya, perlu metode pembiasaan dan ketauladanan dari semua unsur pendidikan di sekolah.
Landasan pemikiran metode pembiasaan dan ketauladanan adalah kecenderungan anak usia sekolah untuk meniru mode dan kebiasaan yang lagi ngetrend di lingkungannya. Siswa sangat getol meniru mode rambut, pakaian, ucapan dan tingkah laku unik. Kadang-kadang hal tersebut bertentangan dengan budaya dan karakter bangsa Indonesia pada umumnya dan aturan serta tata tertib siswa di sekolah pada khususnya.
Upaya membangun karakter bangsa sejak dini melalui jalur pendidikan dianggap sebagai langkah yang  tepat. Mulai Tahun Pelajaran 2010/2011, pendidikan budaya dan karakter telah diselipkan kedalam struktur dan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Setiap sekolah merumuskan bagaimana konsep pendidikan karakter yang tertuang dalam kurikulum sekolah masing-masing.
Tentu saja cukup beraneka ragam metode pembiasaan yang diterapkan di setiap sekolah. Semua yang dilakukan oleh warga sekolah tersebut bertujuan untuk membangun karakter bangsa. Namun yang lebih penting lagi adalah ketauladanan dari pengelola pembelajaran di sekolah. Kepala sekolah, guru dan tenaga administratif tidak cukup hanya dengan menghimbau agar siswa rapi berpakaian, mematuhi disiplin sekolah, sopan santun terhadap sesama teman dan terhadap guru.
Berikut adalah 18 macam budaya dan karakter bangsa yang ingin ditumbuh kembangkan untuk membangun generasi Indonesia yang lebih baik.


1.     RELIGIUS; sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
2.     JUJUR; perilaku yang didasarkan pada upaya yang menjadikan dirinya selain orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan.
3.     TOLERANSI; sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda degan dirinya.
4.     DISIPLIN; tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5.     KERJA KERAS; perilaku yang memungkinkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas dan meyelesaikan tugas dengan sebaik baiknya.
6.     KREATIF; berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7.     MANDIRI; sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas tugas.
8.     DEMOKRATIS; cara berpikir, bersikap, dan bertindak sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9.     RASA INGIN TAHU; sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yg dipelajari, dilihat, dan didengar.
10.  SEMANGAT KEBANGSAAN; cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11.  CINTA TANAH AIR; cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan yang tinggi terhadap bangsa dan negara.
12.  MENGHARGAI PRESTASI; sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, menghormati keberhasilan orang lain.
13.  BERSAHABAT/KOMUNIKATIF; tindakan yang memperlihatkan senang bicara, bergaul dan bekerjasama dengan orang lain.
14.  CINTA DAMAI; sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadirannya.
15.  GEMAR MEMBACA; kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberi kebajikan pada dirinya.
16.  PEDULI LINGKUNGAN; sikap dan tindakan yang selalu mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya-upaya memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17.  PEDULI SOSIAL; sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18.  TANGGUNGJAWAB; sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya dia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Dirangkum dari berbagai sumber 2012.
Untuk Indonesia yang lebih baik, Salam,,,!!!



W Suardana
Prima Sains

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar