Rabu, 05 September 2012

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Portofolio dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa

Pengaruh Pembelajaran Berbasis Portofolio dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa
(Studi Ekaperimen pada SMA Negeri 1 Tabanan)

oleh
I Wayan Suardana

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis portofolio, dan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi terhadap hasil belajar Biologi siswa. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tabanan melalui eksperimen dengan Desain Faktorial 2 x 2. Sampel penelitian berjumlah 80 orang siswa kelas X yang dipilih dengan teknik Random Sampling pada kelas yang setara.
Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Varians (ANAVA) melalui uji F, kemudian dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasilnya sebagai berikut. (1) Secara keseluruhan, hasil belajar Biologi siswa yang mengikuti pembelajaran difasilitasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis portofolio lebih tinggi daripada hasil belajar Biologi siswa yang mengikuti pembelajaran difasilitasi dengan pembelajaran langsung (FA = 9,49743; p < 0,05). (2) Untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi dalam pembelajaran Biologi tinggi, hasil belajar Biologi siswa yang mengikuti pembelajaran difasilitasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis portofolio lebih tinggi daripada hasil belajar Biologi siswa yang mengikuti pembelajaran difasilitasi dengan dengan pembelajaran langsung (Q = 10,399; p < 0,05). (3) Untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi dalam pembelajaran Biologi rendah hasil belajar Biologi  siswa yang mengikuti pembelajaran difasilitasi pembelajaran langsung lebih tinggi daripada hasil belajar Biologi siswa yang mengikuti pembelajaran difasilitasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis portofolio (Q = 4,00198; p < 0,05). (4) Terdapat pengaruh interaksi antara penggunaan pendekatan pembelajaran dan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi terhadap hasil belajar Biologi siswa (FAB = 42,14731; p < 0,05).
Beberapa implikasi penelitian ini adalah: (1) pendekatan pembelajaran berbasis portofolio, dengan model penilaian diri sebagai balikan, merupakan sebuah pembelajaran alternatif untuk pembelajaran Biologi, (2) penerapan pendekatan pembelajaran berbasis portofolio dalam pembelajaran hendaknya mempertimbangkan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi. (3) pembelajaran hendaknya juga dirancang untuk membantu meningkatkan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi, (4) pembelajaran Biologi hendaknya dilaksanakan untuk mencapai dua tujuan, yaitu pencapaian hasil belajar Biologi siswa sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar dan peningkatan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi.

Kata kunci :   pembelajaran berbasis portofolio, motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi, penilaian diri siswa, refleksi diri siswa.

The Effect of Portfolio-Based Instruction and Achievement Motivation upon Biology Learning Achievement
( An Experimental  Study at SMA Negeri 1 Tabanan)

By
I Wayan Suardana

 ABSTRACT

            This study aimed at finding out and analyzing the effect of portfolio-based instruction and student’s achievement motivation upon student’s biology learning achievement. This study was conducted at SMA Negeri 1 Tabanan through an experiment with a 2x2 factorial design. The sample consisted of 80 tenth graders selected by random sampling.
            The data collected were analyzed by ANOVA through F-test and Tukey test. The results were as follows: (1) As whole, the Biology learning achievement of the students who studied through an instruction  facilitated by   portfolio-based instructional approach  was higher than that of those who studied through an instruction  facilitated by direct instruction (FA = 9.49743; p < 0.05).  (2) For the students with a high motivation in Biology learning, the Biology learning achievement of those who studied through the instruction facilitated by portfolio - based instruction  was higher than that of those who studied through the instruction facilitated by direct instruction (Q = 10.399; p < 0.05). (3) For the students with a low achievement motivation, the biology learning achievement of those who studied through the instruction facilitated by direct instruction was higher than that of those who studied through the instruction facilitated by portfolio-based instruction (Q = 4.00198; p < 0.05). (4) There was an interaction effect between the use of instructional approach and student’s achievement motivation in learning biology upon  the student’s biology learning achievement ( FAB = 42.14731; p < 0.05).
            Some implications of this study include (1) portfolio-based instructional approach, with self-evaluation as a feedback is an alternative instruction for Biology instruction, (2) in applying a portfolio-based instructional approach, the teacher should consider student’s achievement motivation in Biology instruction. (3) An instruction should also be designed to help the improvement of student’s achievement motivation in Biology instruction, (4) a Biology instruction should be conducted to achieve two purposes, i.e., the attainment of the student’s Biology learning achievement in accordance with the standard of competencies and the basic competencies.


Key words: Portfolio–based instruction, student’s achievement motivation in Biology  instruction, student’s self-evaluation, student’s self-reflection.





1.            PENDAHULUAN


Di dalam proses pembelajaran, banyak anak yang tidak dapat berprestasi dan mengembangkan potensi dirinya. Anak tidak berprestasi dan tidak dapat mengembangkan potensi dirinya disebabkan beberapa hal: (1) kurang memahami potensi diri, (2) metode pembelajaran, (3) kurang mendapat dukungan lingkungan sekolah dan pergaulan yang kondusif, (4) lingkungan pergaulan yang tidak sehat, (5) kurangnya motivasi, dan  (6) perhatian orang tua yang kurang memadai.
Dalam berbagai teori pembelajaran modern selalu menganjurkan pembelajaran agar memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: (1) keterlibatan total pembelajar dalam meningkatkan pembelajaran, (2) belajar bukanlah mengumpulkan informasi secara pasif, melainkan menciptakan pengetahuan secara aktif, (3) kerja sama di antara pebelajar sangat membantu meningkatkan hasil belajar, (4) belajar berpusat aktivitas-aktivitas sering lebih berhasil daripada belajar berpusat-presentasi, (5) belajar berpusat pada aktivitas dapat dirancang dalam waktu yang jauh lebih singkat daripada waktu yang diperlukan untuk merancang pengajaran dengan  presentasi.
Pendekatan proses yang digunakan dalam pembelajaran dilihat tidak lebih sebagai proses semata, dimana ukuran keberhasilan proses tersebut adalah produk yang dihasilkan dari ujian (tes) bukan produk proses itu sendiri.
Kondisi serupa juga ditemukan di sekolah-sekolah menegah atas (SMA) yang menjadi latar dari penelitian ini. Proses pembelajaran di SMA pada umumnya berjalan secara konvensional dan berpusat pada guru (teacher centered). Hal ini ditandai dengan proses pembelajaran yang masih memberikan dominasi pada guru dan tidak memberikan akses bagi anak didik untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dan proses berpikirnya. Dari hasil observasi yang dilakukan di sekolah-sekolah menengah atas di kabupaten Tabanan, diperoleh data dimana pada umumnya suasana kelas dalam pembelajaran cenderung didominasi oleh guru (teacher-centered) sehingga siswa menjadi pasif. Kondisi ini berdampak pada masih rendahnya daya serap peserta didik yang ditandai dengan: (1) rerata hasil belajar sering di bawah nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang ditetapkan, (2) dilihat dari hasil pelaksanaan ulangan blok masih banyak siswa yang belum mencapai nilai KKM terutama pada mata pelajaran yang tergolong sains sehingga harus menempuh remidial. Hal ini bisa terjadi karena proses pembelajaran yang dilaksanakan belum mampu menumbuhkan kreatifitas dan daya pikir kritis siswa dalam mengembangkan kompetensi belajarnya. Khusus pada mata pelajaran Biologi dengan belum tersedianya sarana dan prasarana pembelajaran yang memadai, seperti terbatasnya alat dan bahan-bahan praktikum, tidak lancarnya jaringan internet sekolah, terbatasnya buku-buku pelajaran, menyebabkan guru lebih suka menerapkan model pembelajaran yang cukup hanya  menjelaskan konsep-konsep yang ada pada buku ajar saja.
Di samping itu, dalam konteks belajar Biologi, selain proses pembelajaran, bakat dan motivasi merupakan dua determinan penting keberhasilan siswa. Bakat merupakan faktor bawaan, motivasi bersifat hasil belajar (learned), yaitu perubahan yang terjadi pada afeksi bawaan yang diakibatkan oleh adanya stimulus atau situasi afektif dari luar. Lebih lanjut Gardner (2001: 1) menekankan bahwa berdasarkan hasil-hasil penelitian yang dilakukannya, ditemukan bahwa variabel-variabel keberhasilan belajar Biologi sangat tergantung pada variabel motivasi.
Sementara itu Botzman (1986: 299) mengatakan bahwa motivasi merupakan perilaku ke arah suatu tujuan; dengan demikian motivasi merupakan pendorong seseorang untuk lebih giat berusaha untuk mencapai prestasi terbaiknya. Satu cara untuk mempelajari motivasi adalah dengan mempertimbangkan faktor-faktor non-fisiologis yang mempengaruhi perilaku. Botzman, juga mengutip pendapat Murray (1986: 310) mengidentifikasi beberapa motif manusia, satu di antaranya adalah motivasi berprestasi.
Satu hal yang menarik mengiringi perubahan paradigma tersebut adalah ditemukan dan diterapkannya pendekatan/model-model/strategi pembelajaran inovatif dan konstruktif atau lebih tepat dalam mengembangkan dan menggali pengetahuan peserta didik secara konkret dan mandiri. Inovasi ini bermula dan diadopsi dari metode kerja para ilmuwan dalam menemukan suatu pengetahuan baru (Trianto, 2007: 3).
Pembelajaran berbasis portofolio adalah pembelajaran inovatif karena dalam proses pembelajaran ini siswa dapat mengeksplorasi potensi belajarnya dengan membuat karya-karya terbaik sebagai dokumen pembelajaran yang dapat di asesmen dengan langkah-langkah penilaian portofolio. Sehingga pembelajaran portofolio diharapkan dapat mengakomudasi dan menumbuhkan berbagai keunggulan siswa sesuai potensi kecerdasan majemuk yang dimilikinya.
Berdasarkan alasan tersebut, maka sangatlah urgen bagi para pendidik khususnya guru memahami karakteristik materi, peserta didik dan metodologi pembelajaran dalam proses pembelajaran terutama berkaitan pemilihan terhadap pendekatan/model-model pembelajaran modern. Dengan demikian proses pembelajaran akan lebih variatif, inovatif dan konstruktif dalam merekonstruksi wawasan pengetahuan dan implementasinya sehingga dapat meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan memotivasi peserta didik di dalam proses pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data empiris tentang perbedaan hasil belajar Biologi karena pengaruh pendekatan pembelajaran dan perbedaan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi. Secara operasional sesuai dengan perumusan masalah seperti tersebut di atas, maka dapat dirumuskan tujuan penelitian sebagai bertikut. Pertama, Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Biologi antara siswa yang mengikuti pembelajaran difasilitasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis portofolio, dengan siswa yang mengikuti pembelajaran difasilitasi dengan pembelajaran  langsung. Kedua, Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Biologi untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dalam pembelajaran Biologi, antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran berbasis portofolio, dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran  langsung. Ketiga, Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Biologi untuk siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dalam pembelajaran Biologi, antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis portofolio, dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  pembelajaran  langsung. Keempat, Untuk mengetahui pengaruh interaksi antara jenis pembelajaran berbasis portofolio dan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi terhadap hasil belajar Biologi siswa.
Ditinjau dari manfaatnya, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pikiran bagi perkembangan ilmu pendidikan, khususnya dalam bidang yang berkaitan dengan pembelajaran. Di samping itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan konfirmasi atas teori tentang konsep-konsep pembelajaran berbasis portofolio.
Sebagai acuan dalam melaksanakan penelitian ini, ada tiga macam teori yang digunakan sesuai dengan variabel penelitian.. Teori-teori tersebut meliputi teori tentang pembelajaran berbasis portofolio, teori tentang motivasi berprestasi dalam pembelajaran bilogi, dan teori tentang hasil belajar.
Teori tentang pembelajaran berbasis porotofolio adalah suatu usaha, jalan, cara, atau kebijaksanaan yang ditempuh oleh guru juga siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dilihat sebagai proses pembelajaran yang sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007, tentang standar proses pembelajaran pada pendidikan dasar dan menengah dan berpusat pada siswa yang disandingkan dengan tahapan asesmen portofolio. Tahapan-tahapan pembelajaran yang sesuai dengan standar proses adalah yang proses pembelajarannya meliputi: (1) pelibatan, (2) eksplorasi, (3) elaborasi, (4) konfirmasi dan (5) evaluasi. Sedangkan langkah-langkah penilaian portofolio pembelajaran dikembangkan dari teorinya O’Malley dan Pierce (1996: 16), Salvia dan Ysseldike (1996), McLaughin dan Voght (1996), dan Wyaatt III dan Looper (1999: 8-9), yang kemudian mengembangkan suatu model implementasi asesmen portofolio yang diakronimkan menjadi CORP (1) collecting, yaitu pengumpulan data seperti karya-karya serta dokumen-dokumen lain termasuk draf, (2) organizing, yaitu proses penyusunan dan pemilihan data-data itu menurut aturan yang diinginkan, seperti secara kronologi, berdasarkan fokus, atau karya terbaik yang mencerminkan proses belajar (3) reflection, yaitu refleksi terhadap proses belajar yang telah dilalui serta evaluasi atas karya sendiri, dan (4) presenting, yaitu menampilkan semua hasil seleksi dan refleksi tersebut dalam suatu dokumen yang disebut folder portofolio.
Untuk pelaksanaan asesmen portofolio, Jihad dan Haris (2008: 114) mendesain suatu model implementasi asesmen portofolio, meliputi delapan teknik penilaian portofolio di dalam kelas sebagai berikut: (1) jelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak hanya merupakan kumpulan basil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri; (2) tentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat; (3) kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map atau folder; (4) berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu; (5) sebaiknya tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik sebelum mereka membuat karyanya; (6) minta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. Guru dapat membimbing peserta didik, bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta bagaimana cara memperbaikinya. Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio; (7) setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki; (8) bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio.
Sementara itu Sanjaya (2008: 208), merinci ada lima tahapan pelaksanaan penilaian portofolio sebagai berikut: (1) menentukan tujuan portofolio, (2) penentuan isi portofolio, (3) menentukan format dan kriteria penilaian, (4) pengamatan dan penentuan bahan portofolio, (5) menyusun dokumen portofolio.
Wyaatt III dan Looper (1999: 8-9) mengembangkan suatu model implementasi asesmen portofolio yang diakronimkan menjadi CORP, yang meliputi (1) collecting, yaitu pengumpulan data seperti karya-karya serta dokumen-dokumen lain termasuk draf, (2) organizing, yaitu proses penyusunan dan pemilihan data-data itu menurut aturan yang diinginkan, seperti secara kronologi, berdasarkan fokus, atau karya terbaik (3) reflection, yaitu refleksi terhadap proses belajar yang telah dilalui serta evaluasi atas karya sendiri, dan (4) presenting, yaitu menampilkan semua hasil seleksi dan refleksi tersebut dalam suatu dokumen yang disebut folder portofolio.
Untuk menilai portofolio, Tierney, Carter, dan Desai (1990: 135) menyarankan agar portofolio dinilai secara kontinum (dari sangat baik hingga sangat kurang baik), dan dikomentari secara deskriptif. Komentar deskriptif tersebut berisi antara lain pujian atas hal-hal baik dari portofolio tersebut, dan saran-saran untuk perbaikan hal-hal yang masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian akan terdapat nilai dari setiap entri, setiap folder, dan tes (bila tetap diadakan, baik tes formatif maupun sumatif).
Dalam kaitannya dengan teori motivasi berprestasi dalam pembelajaran Biologi, dalam penelitian ini secara konseptual mengacu pada teori motivasi berprestasi McClelland, Hekckhausen, Goleman, dan Atkinson yang diartikan sebagai sesuatu keinginan yang berasal dari dalam diri individu yang yang berdimensikan; (1) berorientasi pada keberhasilan yang diindikasikan dengan; sensitif terhadap hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan prestasi untuk unggul dan adanya usaha untuk mencapai keberhasilan, (2) mengantisipasi kegagalan yang diindikasikan dengan cermat menentukan target prestasi dan usaha menangulangi situasi penghambat pencapaian keberhasilan, (3) inovatif yang diindikasikan dengan; mampu menemukan sesuatu dengan cara yang lebih singkat, pendek, dan efisien; berkeinginan untuk berkompetisi sebagai umpan balik; menyukai tantangan dari dalam maupun luar dirinya, (4) bertanggungjawab terhadap tugas yang diindikasikan dengan; kesempurnaan penyelesaian tugas, percaya diri dan tangguh dalam penyelesaian tugas, dan (5), dimensi kelekatan/afeksi terhadap hal-hal yang berkaitan  dengan alam (natural).
Dimensi kelekatan/afeksi terhadap hal-hal yang berkaitan  dengan alam (natural) yang mengacu pada teori multiple intellegence Howard Gardner, Amstrong, dan Kaufeldt yang diindikasikan dengan keterkaitan emosional psikologis dan penilaian positif terhadap alam yang  dicirikan dengan: (1) suka alam, hewan dan alam terbuka; (2) bisa merasakan dan memperhatikan pola-pola dalam alam ini, dan senang menunjukkan pada orang lain misalnya, gunung, awan, atau, jika berada di lingkungan kota, mereka mungkin memperlihatkan kemampuan ini dalam kepekaan terhadap "bentuk­-bentuk" budaya populer (seperti misalnya sepatu kanvas, sampul CD, model mobil, dan sebagainya);  (3) dapat menggunakan pola-pola sebagai penunjuk jalan (untuk dapat berkeliling), dan saya tidak takut tersesat di alam atau di suatu lingkungan baru; (4) peka terhadap perubahan musim, fase-fase bulan, pola-pola bintang, dan seterusnya; (5) tertarik belajar nama-nama dan karakteristiknya dari berbagai tanaman dan binatang; (6) menikmati pertunjukkan-pertunjukkan alam dan program-program tentang penjelajahan dan budaya lain; suka berada di dalam lingkungan alam; (7) suka menikmati fenomena alam seperti bintang berekor, matahari terbenam, guruh, dan gelombang; (8) mudah berbaur dalam alam dan budaya baru, kadang-kadang saya merasa lebih nyaman dalam situasi-situasi begini daripada situasi-situasi lainnya; (9) sering ingin berada di luar dengan alam saat sedang berpikir tentang sesuatu atau sedang memecahkan suatu persoalan.
Istilah hasil belajar adalah segala sesuatu yang dimiliki siswa yang dapat menunjukkan bahwa siswa telah melakukan proses pembelajaran baik berupa pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap baru sebagai cerminan bahwa siswa telah mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, seperti yang diartikan oleh S. Bloom dalam Popham (1975: 57), Jihad (2008: 14), Sudjana (2004), dan Sardiman (2007).


2.            METODE PENELITIAN

   Penelitian ini dilaksanakan melalui eksperimen dengan design Faktorial 2x2, dan data yang dianalisis adalah data hasil posttest saja. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pembelajaran berbasis portofolio pada kelompok eksperimen, dan pembelajaran langsung pada kelompok kontrol. Motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi merupakan variabel moderator yang terdiri atas motivasi berprestasi siswa tinggi dalam pembelajaran Biologi dan atas motivasi berprestasi siswa rendah dalam pembelajaran Biologi. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar Biologi siswa.
Subyek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X di SMA Negeri 1 Tabanan yang terdiri dari tujuh kelas, yaitu: kelas X1, X2, X3, X4, X5, X6, dan X7 Tahun Pelajaran 2008 - 2009. Sampel penelitian berjumlah 80 orang yang dipilih dengan teknik random sampling. Perandoman ini diawali dengan melakukan tes penyetaraan kelas. Setelah dilakukan tes penyetaraan kelas, maka kelas yang layak dijadikan sampel adalah kelas X2, X3, X5, dan X6.
Penelitian ini menggunakan beberapa instrumen pengumpul data. Data tentang motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi diukur dengan skala motivasi berprestasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas isi dilakukan dengan expert judges. Uji berikutnya adalah dengan uji empiris. Hasilnya dihitung dengan Korelasi Product Moment sehingga dapat diketahui tingkat validitas butir motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi. Di samping itu, reliabilitas skala motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi juga dapat dihitung, yaitu menggunakan rumus Alpha Cronbach.  Data tentang hasil belajar Biologi siswa dapat diukur engan tes hasil belajar Biologi, serta rubrik penilaian analitik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Validitas isi tes hasil belajar Biologi, dan rubrik penilaian analitik diuji melalui uji oleh expert judges, serta melalui uji empiris. Hasilnya dihitung dengan rumus kesesuaian antarrater.
Eksperimen dilaksanakan dari tanggal 1 April 2009 sampai 4 Juni 2009. Secara garis besar eksperimen dilaksanakan melalui tiga tahapan. Tahap pertama,  adalah tahap awal eksperimen yang dilakukan dengan penyetaraan kelas dan pemberian skala motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi pada siswa kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Tahap kedua, tahap pelaksanakaan eksperimen yang dilakukan dengan pelaksanaan pembelajaran pada kelompok eksperimen dengan pembelajaran berbasis portofolio dan kelompok kontrol dengan pembelajaran langsung sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun. Tahap ketiga, tahap akhir eksperimen yang dilakukan dengan pemberian tes hasil belajar Biologi untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol.
Data yang diperoleh dari tes hasil belajar, selanjutnya ditabulasikan dan diuji terlebih dahulu normalitas sebaran datanya, serta homogenitas variansnya. Setelah kedua uji persaratan analisisnya ini terpenuhi, penghitungan dilanjutkan dengan menggunakan Analisis Varians (ANAVA) melalui uji F, kemudian diteruskan dengan uji Tukey.

3.            HASIL PENELITIAN

Penghitungan dengan Analisis Varians (ANAVA) menunjukkan hasil sebagai berikut. Pertama, hasil belajar Biologi kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran berbasis portofolio lebih tinggi daripada hasil belajar Biologi siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran langsung dibuktikan oleh nilai FA = 9,49743; p < 0,05. Temuan ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis portofolio dapat meningktakan hasil belajar Biologi siswa kelas X SMA Negeri 1 Tabanan. Tabanan  Hasil penghitungan juga menunjukkan bahwa kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran berbasis portofolio (kelompok Al) memiliki skor rata-rata hasil belajar lebih tinggi yaitu sebesar 63,23, sementara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran langsung (kelompok A2) memiliki skor rata-rata hasil belajar Biologi sebesar 58,30.
Kedua, untuk kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dalam pembelajaran Biologi, hasil belajar Biologi siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran berbasis portofolio lebih tinggi daripada hasil belajar Biologi siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran langsung. Hal itu dapat dilihat pada besaran nilai Q = 10,399; p < 0,05. Rata-rata skor hasil belajar Biologi kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dalam pembelajaran Biologi dan mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran berbasis portofolio sebesar 69,50 lebih besar dari rata-rata skor hasil belajar Biologi kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dalam pembelajaran Biologi dan mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran langsung sebesar 54,20.
Ketiga, untuk kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dalam pembelajaran Biologi, hasil belajar Biologi siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran berbasis portofolio lebih rendah daripada hasil belajar Biologi siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran langsung. Hal itu dapat dilihat pada besaran nilai Q = 4,00198; p < 0,05. Rata-rata skor hasil belajar Biologi kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dalam pembelajaran Biologi dan mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran berbasis portofolio adalah sebesar 56,95 lebih rendah dari rata-rata skor hasil belajar Biologi kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dalam pembelajaran Biologi yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran langsung sebesar 62,40.
Keempat, ada pengaruh interaksi antara jenis pembelajaran dengan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran Biologi terhadap hasil belajar Biologi siswa. Hal itu dapat terlihat pada besaran nilai FAB = 42,14731; p < 0,05.


4.            PENUTUP


Berdasarkan analisis dan pembahasan seperti yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.
1)            Secara keseluruhan hasil belajar Biologi kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran berbasis portofolio lebih tinggi dari kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran langsung pada siswa SMA Negeri 1 Tabanan.
2)            Untuk kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dalam pembelajaran Biologi, hasil belajar Biologi siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran berbasis portofolio lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran langsung.
3)            Untuk kelompok siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah dalam pembelajaran Biologi, hasil belajar Biologi siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis portofolio lebih rendah daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran langsung.
4)            Terdapat pengaruh interaksi antara jenis pembelajaran dan motivasi berprestasi dalam pembelajaran Biologi terhadap hasil belajar Biologi siswa pada SMA Negeri 1 Tabanan.

DAFTAR PUSTAKA

Bloom B. S, ect. 1971. Handbook on Formative and Sumative Evaluation of Student Learning. New York: McGraw-Hill Book Co.

Bruner, Jerome S. 1974. Relevance of Education. Harmonsworth, Midlesex: A Davidson of Penguin Book Ltd.

Budimansyah, Dasim. 2007. Model Pembelajaran Berbasis Portofolio Biologi. Bandung: PT Ganesindo.

Budimansyah, Dasim. 2002. Model Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Porto folio. PT Genesindo. Bandung.

153
 
Dantes, Nyoman. 2007. Metodologi Penelitian Untuk Ilmu-ilmu Sosial dan Humaniora. Singaraja: Unit Penerbitan Universitas Ganesha.

Depdiknas. 2001. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Umum.

Depdiknas. 2003. Penilaian Tingkat Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan

Depdiknas. 2007. Materi Sosialisasi dan Pelatihan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Depdiknas. 2008. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Depdiknas: BSNP.

DePorter, Bobbi and Hernacki Mike. 2002. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.

DePorter, Bobbi et. al. 2006. Quantum Teaching:Mempraktikan Quantum Learning di Ruang-ruang Kelas. Bandung: Kaifa.

Eysenck. H.J. et al.  1972. Encyclopedia of Psychology. New York: The Continuum Publishing Company.

Fajar, A. 2004. Portofolio dalam Pembelajaran IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Garner, Howard. 1993. Multiple Intelligences The Theory in Practice. New York: HarperCollins Publisher Inc.

Gates,  Arthur J, et. al. 195. Educational Psychology. New York: The MacMillan Com­pany.

Goleman, D. 1999. Kecerdasan Emosi untuk Mencapai Puncak Prestasi (Terjemahan). Jakarta: PT Gramedia.

Gregory, Robert J. 2000. Psychological Testing. Needham Heights: Allyn & Bacon, Inc.

Guilford, J.P. 1954. Psycometrik Methods. New York: McGraw-Hill Book Company Inc.

Hamalik, Oemar. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Angkasa

Harsanto, Radno. 2007. Pengelolaan Kelas yang Dinamis. Yogyakarta: Kanisius.

Hasnunidah, Neni. 2006. Implementasi Model Portofolio Dalam
Pembelajaran Biologi Di Sma Al-Kautsar Bandar Lampung
(Studi Kasus pada Siswa Kelas X SMA Al-Kautsar Bandar Lampung). http://www.scrib.com. Diakses tanggal 30 Mei 2009.

Heckhausen,  H. 1967. The Anatomy of Achievement Motivation. New York: Academic Press.

Houston, John P. 1985. Motivation. London: Collier McMilland Publishers.

Howe, Michael J.A. 1984. A Teacher's Guide to The Psychology of Learning. New York: Brasil Blackwell.

Ibrahim, M dan Nur, M. 2000. Pengajaran Berdasarkan Masalah.  Surabaya: Unesa University Pres.

Johnson, Elaine B. 2007. Contextual Teaching & Learning Menjadikan Kegiatan Belajar-Mengajar Mengasyikkan dan Bermakna (Terjemahan). Bandung: MLC.

Jung, J. 1978. Understand-ing Human Motivation. New York: Macmillan Publishing Co. Inc.

Kerlinger, Fred N. 2004. Asas-asas Penelitian Behavioral. Terjemahan Landung R. Simatupang. Foundation of Behavioral Research. 3nd. 1986. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Komarudi. 2005. “Langkah-langkah Praktik Belajar Pengetahuan Sosial/Pembelajaran Portofolio”. Disampaikan pada Pendidikan dan Pelatihan Fasilitator Guru Bidang Studi IPS Mts Tingkat Nasional Tahun 2005 yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Departemen Agama Republik Indonesia.

Kardi, Soeparman dan Nur, M. 2000. Pengajaran Langsung. Surabaya: Unesa.

Koyan, Wayan. 2007. Asesmen dalam Pendidikan. Singaraja: Undiksha.

Koyan, Wayan. 2007. Statistika Terapan. Singaraja: Undiksha.

Kaufeldt, Martha. 2008. Wahai Para Guru Ubahlah Cara Mengajarmu, Perintah Pengajaran yang Berbeda-Beda dan Sesuai dengan Otak. Jakarta: PT. Indeks.

Maslow, Abraham H. 1970. Motivation and Personality. New York: Harper& Row Pub­lishers.

Mc.Laughin, M. & Vogt, M. (1996). Portfolios in Teacher Education. Dela ware: International Reading Association.

McDonald. 1959. Educational Psychology, San Fransisco: Wadsworth Publishing, Inc.

McClelland, David C. 1953. The Achievement Motive. New York: Appleton-Century-Crafts Inc.

McClelland, David C. et. al.1976. The Achievement Motive. New York: Irvington Publisher.

McClelland, David .C. 1987. Memacu Masyarakat Berprestasi (terjemahan). Jakarta: Intermedia.

Marhaeni, A.A Istri N. 2005. Pengaruh Asesmen Portofolio dan Motivasi Berprestasi Dalam Belajar Bahasa Inggris Terhadap Kemampuan Menulis Dalam Bahasa Inggris, Desertasi, Universitas Negeri Jakarta.

Marhaeni, A.A Istri N. 2006. Menggunakan Pembelajaran Kontekstual di SMP, Makalah,  disajikan pada Pelatihan Bagi Guru-Guru SMP Negeri 1 Negara Tanggal 5 September 2006 di Jembrana Bali.

Meier, Dave. 2002. Accelerated Learning HandBook: Panduan Kreatif dan Efektif Merancang Program Pendidikan dan Pelatihan. Bandung: Kaifa.

Nana, Sudjana. 2006. Strategi Pembelajaran. Bandung: Falah Produktion.
                  
Nana, Sudjana. 2008. Penilaian Hasil Belajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nurhadi dan Senduk, A.G. 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.

Nur, Mohamad. 2003. Pemotivasian Siswa Untuk Belajar. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Nur, Mohamad. 2004. Pengajaran Berpusat pada Siswa dan Pendekatan Konstruktivitis. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Nur, Mohamad. 2001. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius.

O’Malley, J.M. & Valdez Pierce, L. (1996). Authentic Assessment for English Language Learners. New York: Addison-Wesley Publishing Company.

Popham, W. James. 1975. Educational Evaluation. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.

Salvia, J. & Ysseldyke, J.E. (1996). Assessment. 6th Edition. Boston: Houghton Mifflin Company.

Sanjaya, Wina. 2008. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana.

Sardiman, A.M. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Slavin, R.E. 1991. Educational Psychology Theory into Practice. New Jersey: Englewood Clitfs.

Stiggins, R.J. 1994. Student-Centered Classroom Assesment. New York: Macmillan College Publishing Company.

Suparno, Paul. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.

Sevilla, G. Consuelo, et. al. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Indonesia.

Suprapranata, S. 2004. Panduan Penulisan Tes Tertulis: Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tierney, R.J.,  Mark A. Carter, & Laura E. Desai (1990).  Portfolio Assessment in the Reading-Writing Classroom. Norwood MA: Christopher Gordon Publishers.

Trianto. 2007b. Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Wyaatt III, R.L. & Looper, S. 1999. So You Have to Have A Portfolio, a Teacher’s Guide to Preparation and Presentation. California: Corwin Press Inc.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar